testiMONI

dwitagama 2 motivator

dwitagama motivator

imageTerima kasih kepada peserta traing-training yang menyapa Saya melalui Blog, Email, SMS, Twitter atau Facebook, inilah sebagian dari testimoni mereka:

20120827-122207.jpg
Mention di twitter 27 Agustus 2012.


Ari pelajar SMAN 10 Jakarta, Ags 2012

Fiqry Ramadhan di blog saya, 19 Juni 2011.

Salut sama Bapak… sistem Pengajaran yg di sampaikan sangat baik, peserta tidak menjadi bosan.. dan sangat terhibur… pengajaran sistem dua arah yg Bapak bawakan… sangat berguna bagi saya… cara bapak yang selalu kami tunggu…

PESERTA WORKSHOP PEMBERDAYAAN MASY DI LINGKUNGAN KERJA DLM RANGKA CEGAH LAHGUN NARKOBA DI LINGJA .. .. ACARA DI HOTEL A KALSEL. saya Fiqry Ramadhan sebagai Peserta di kelompok I rencana Aksi Pembagian Stiker Anti Narkoba…

IBU ENDANG

Endang Kusris Susanto, di Facebook Saya Dedi D Dwitagama, 21 Feb 2011

Selamat pagiiiii……..bagus sekali paparan pak Dedi…….nanti kami undang utk bicara didepan pimpinan organisasi wanita angg BKOW ( Badan Kerjasama Organisasi Wanita ) DKI Jakarta…….Ada 60 organisasi yg bergabung di BKOW……dahsyat lho pak utk melawan Narkoba…..salam

Wijaya Kusumah di Kompasiana, 16 Nopember 2010

Banyak sekali teman-teman blogger yang bertanya kepada penulis bagaimana caranya menjadi blogger handal di era global sekarang ini. Pertanyaan ini sungguh membuat penulis melakukan perenungan diri dan bertanya pada diri sendiri apakah sudah menjadi blogger handal di era global?

Terus terang penulis sendiri merasa belum sepenuhnya menjadi blogger yang benar-benar siap menghadapi persaingan yang super ketat, khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Apalagi bertarung (meminjam istilah tinju) dengan para blogger dari manca negara, bertarung denganblogger-blogger Indonesia saja, rasanya penulis masih berada di urutan terbawah. Hal ini terlihat dari belum masuknya blog penulis ke dalam 10 besar blog terbaik yang ada di Indonesia versi http://blogs.indonesiamatter.com, walaupun blog penulis pernah menjadi juara pertama lomba blog di tingkat nasional dari Pusat Bahasa Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Bandung pada tahun 2009.

Wijaya Kusumah – Sahabat Saya

Penulis menjadi teringat ketika pertama kali diperkenalkan blog oleh teman kuliah di pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Bapak Dedi Dwitagama. Beliaulah orang yang pertama kali memperkenalkan penulis kepada dunia blog. Lalu pada satu kesempatan penulis belajar blog dengan Mas Budi Putra (sekarang menjadi country editor Yahoo! Indonesia). Beliau adalah salah seorang blogger handal yang namanya sudah terkenal. Melalui beliaulah penulis menjadi tahu macam-macam blog, termasuk blog video. Tapi sayang kecepatan akses internet di negara kita terkadang masih lambat alias lemot, jadi untuk membuat blog video semacam ini harus diukur benar kecepatan akses internetnya dan kepada siapa blog itu diperuntukkan. Penulis lebih banyak belajar blog dari Mas Budi Putra melalui blog pribadi beliau di dunia maya.

Selengkapnya disana.

Dinda Layalia Ghassiani Lubis di Fesbuknya, 12 Nop 2010.

AFTER TRAINING


“me and bpk Dedi D Dwitagama principal of 36 vocational school when first sarasehan at cipayung bogor, yeah he could make us stop laugh by his joke but he keep great motivator. nice to know you sir.”

Bahagia rasanya … alhamdulillah, mengetahui kerja kita dipresiasi customer … smoga Dinda sukses n sehat selalu.

Reza Pahlevi peserta Workshop Nasional Penulisan Blog di Purbalingga Jawa Tengah, 14 Maret 2010 menuliskan pesan kepada Saya melalui Facebook, begini:

Assalamu’alaikum pak Dedi,

Terima kasih atas diuploadnya foto2 event Pembuatan Blog Untuk Guru bbrp bulan yg lalu. Highly appreciated.

Semenjak kenal bapak saya semakin semangat menjadi guru. Hari ini adalah genap setahun sudah saya resign dari kantor untuk terjun ke dunia pendidikan. Sudah 1 bulan ini saya hampir menjadi guru terbang, 3 kali ikut diklat/workshop. 2 diantaranya atas undangan Bailtbang Kemdiknas bekerja sama dengan ALCoB.

Insya Allah Senin nanti saya ada flight ke Palembang utk lanjutan workshop Balitbang & ALCoB.

CU somewhere..

Wassalam

Wassalam

Helmi Hendrawan Savana, Peserta Training Saya di Ciloto 4 Mei 2010, melaui Facebook

Pak, saya siswa yang mengikuti acara “Remaja Sehat Siswa” di ciloto. saya sangat senang mengikuti acara itu. bertambahnya teman saya, ilmu, dan kegembiraan yang lainnya. Lalu fasilitas yang mewah membuat saya terharu… pak……

soalnya saya baru pertama kali pak…. ke tempat seperti itu….

saya juga senang saat bapak membawakan materi kemarin malam. membuat semua siswa disana menjadi bersemangat pada saat posisi mata pengen merem…….hehehe

Mega, peserta Training di Gorontalo, 23 April 2010

“Aslmkm pak dedy, nama sya muthia, snang skali bisa kenal seorng trainer yg handal sperti anda. Kmrin sya dan anak2 sngat snang bisa mendpatkn ilmu dan pngalaman menarik slama anda membrikn materi. Saya adlah salah seorng guru dr anak yg anda ktakn “calon presidn”, namax ISRAN. Tp trima kasih karna anda membuatknx sbuah artikel.

He said to me that it is the special moment for his all lifetime, coz for the firstime he can talk in front of the teachers and students from Gorontalo province. For a boy from a village it is so amazing. Trima kasih pak.”

M. Sawali, di blognya, 15 Maret 2010

purbalingga

purbalingga

” … Pak Dedi Dwitagama yang tampil pada sesi I, langsung menghentak lewat suntikan dan motivasinya yang menyengat adrenalin para peserta. Penampilannya yang menarik dan “eksentrik” membuat para peserta terpukau. Kepala Kepala SMK Negeri 36 Jakarta–Cilincing, Jakarta Utara, yang selama ini dikenal sebagai seorang Trainer, Nara Sumber, Motivator, Blogger, dan juga Photografer itu menyatakan bahwa benda sekecil laptop ternyata bisa digunakan sebagai sarana untuk membeli rumah atau mobil.

“Oleh karena itu, sebelum membeli rumah atau mobil, belilah laptop terlebih dahulu!” tegasnya disambut aplaus para peserta. “Hal itu bisa terwujud jika semua peserta workshop betul-betul menjadi seorang bloger, haha …”, lanjutnya. Lewat interaksi dan komunikasi yang ramah, hangat, dan bersahabat, kakak kandungAgus Sampurno itu agaknya terus “menghipnotis” para peserta lewat suntikan motivasinya yang berbobot dan bertensi tinggi hingga pukul 12.30 WIB. … “

yektiwidodo – 15 Maret 2010, blog

“Hallo “Mr.Dedi D”, sungguh multitalenta You, pertama ikut Workshop pembuatan blog di Owabong sangat berkesan sekali, sekaian banyak guru yang ikut, mungkin saya satu2nya dari latar belakang guru olah raga, tapi saya tidak berkecil hati, karena saya ingin mengenal, mengetahui, dan menggunakan fasilitas IT, karena tidak ingin ketinggalan dengan ilimu pengetahuan, setidaknya saya menuangkan beberapa kalimat dalam blog saya … bravo Mr.Dedi, terimkasih atas motivasi yang telah diberikan pada kami, semoga…… sangat …… bermanfaat, see you next time”

Haifan Annajah March 14, 2010 at 10:29pm – facebook

“alhamdulilah, hari ini Alloh mempertemukan saya dengan pak dedi melalui workshop blogger. seorang yang bisa memberikan motivasi, semangat dan inspirasi buat saya untuk mulai merancang usaha hidup sukses melalui dunia internet khususnya blog. trimaksih pak atas motivasinya, semoga Alloh selalu memberikan kesehatan jasmani dan rohani kpd bpk, agar bisa terus menanamkan benih-benih semangat, ilmu dan inspirasi kepada lebih banyak insan indonesia, terutama generasi mudanya. jayalah selalu blogger indonesia!!!”


menggembirakan

Elmi Manfangati March 14, 2010 at 8:03pm – Facebook

“slm kenal…saya menjadi bagian dr orang yg beruntung bs bertemu Anda hari ini …kunci perubahan adalah masa depan…mjd motivasi yg membara di hati saya….thanks 4 all…smoga bs bertemu lg,slm bt keluarga tercinta”

Purwoko 13 Maret 2010, SMS

“Luar biasa, dampak penerapan ilmu Pak Dedi, hari ini Saya masih diekspose di Koran Banjarmasin, maturnuwun Pak Dedi”

dinamis

Purwoko 12 Maret 2010, SMS

“Hari ini calon Trainer terkenal mejeng di koran lagi Pak, seperempat halaman full collor, fotonya tiga. Minggu terakhir bulan ini saya dapat job lagi di 2 perusahan besar di Kalimantan, akhir Maret ke Pekanbaru, trm ksh Pak Dedi … berkat resep dari Bapak … k.lo bapak berkenan mohon kirim foto diri Pak Dedi, saya mau pajang di album klipping saya paling depan dengan judul “Sang Inspirator”

kolaborasi

Don Gaspar da Costa March 7, 2010 at 4:59pm, Facebook

“Bang, saya bekas murid Abang waktu Pelajaran Presentasi di Cipayung Sept 2004 untuk tenaga Penyuluh dari Instansi Pemerintah dan Polri (yang diselenggarakan oleh BNN). Waktu itu saya dapat ranking I terus di sekolahkan ke Australia, Bang. Terima kasih ya Bang. Semua ajaran Abang saya pakai sampai sekarang, baik gaya maupun metode. Sekali-sekali saya mau menelpon mohon bimbingan lebih lanjut, Bang”

Purwoko 27 Feb 2010, blog

“Saya gak percaya kalau “jejak” saya ini dibaca Pak Dedi.
Karena saya percaya bahwa tulisan ini bakal gak dibaca Pak Dedi, makanya saya nulisnya asal aja.
Padahal, kalau Pak Dedi nyempatkan baca, bukan hal mustahil kalau suatu saat bisa kerjasama saling menguntungkan. Orang banyak bilang “Simbiosa Mutualisme”.

Pertama, saya murid Pak Dedi. Saya telah diajari Pak Dedi, bagaimana menjadi trainer yg baik.
Kedua, saya sedikit banyak mengetahui tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3).
Ketiga, Pak Dedi sebagai Kepala Sekolah SMK, yg dalam kegiatan belajar-mengajarnya tidak luput dari IPTEK (penggunaan pealatan/mesin2 canggih), bertanggung jawab penuh agar para siswa dlm menjalankan aktivitasnya selalu dlm keadaan SEHAT & SELAMAT.
Keempat, setelah para siswa lulus, & memasuki dunia kerjapun, Pak Dedi msh punya tanggung jawab moral, thd mantan anak didiknya yang sudah bekerja “agar Selalu dlm keadaan Sehat & Selamat, terhindar dari Kecelakaan Kerja & Penyakit Akibat Kerja”.

Oleh karena itu, saya SIAP, jika sewaktu-waktu, diminta membantu memberikan Penyuluhan/Pelatihan K3 bagi para siswa, sambil mempraktekkan ilmu yg saya peroleh dari Pak Dedi.

Selamat Pagi !!!”

partisipatif

Yova 9 Juni 2009, Blog

“terima kasih ya pak Dedi, atas partisipasinya dalm kegiatan raker sekolah kami. Semoga kami dapat menggambil hikmah dan manfaatnya. Amiin.Kamisepakat yang termasuk 5% siap tuk berubah. Amiin.Yovahelmi@yahoo.com


Menyebar Virus Menulis, Liputan & Wawancara KBR 68 H, 18 Mei 2012.

KBR68H – Apa jadinya kalau seorang guru gagal mentransfer ilmu kepada siswanya? Wijaya Kusumah menemui kondisi itu pada sebagian besar guru di Indonesia. Salah satunya sebabnya adalah rendahnya kemampuan menulis. Pengajar di Universitas Negeri Jakarta ini, bersama beberapa guru dari Ikatan Guru Indonesia, mengkampanyekan Guru Menulis dan Melek Internet. Reporter KBR68H Rony Rahmata menengok seperti apa kampanye itu dilakukan.

Meningkatkan Keterampilan Guru

Sekitar 150-an guru memenuhi ruangan kelas di SDI Fitrah Haniah Cibitung Bekasi. Mereka bukan sedang rapat guru, melainkan sedang belajar menulis. Sebagian besar mereka adalah guru yang mengajar di kecamatan Cibitung Bekasi Jawa Barat.

Wijaya Kusumah atau akrab disapa Omjay sedang memberikan materi itu. Kegiatan menulis ini sudah menjadi agenda rutin yang digagas pengajar Universitas Negeri Jakarta itu sejak 2010. Alasannya sederhana, sebagian besar guru kesulitan menyampaikan ilmu melalui tatap muka dalam kelas.

“Jadi guru menulis itu adalah bagaimana mengajak teman-teman guru itu mampu menulis dan membangun kemampuan menulis guru. Selama ini saya melihat teman-teman guru kurang memiliki keterampilan menulis yang sebenarnya menulis itu mudah, sama halnya dengan kita bicara. Hanya karena kurang dilatih membuat menulis itu jadi susah. Karena itu saya dengan teman-teman dari IGI, Ikatan Guru Indonesia membuat sebuah kampanye, namanya Kampanye Guru Menulis dan Guru Melek Internet.”

Kusumah Wiajayah, Pelopor Kampanye Guru Belajar MenulisKusumah Wiajayah, Pelopor Kampanye Guru Belajar Menulis

Wijaya mengumpulkan sejumlah guru SD, SMP dan SMU di wilayah Bekasi. Di dalam kelas mereka diajarkan cara menulis dan menyampaikan ide tulisan. Terutama tentang materi pelajaran yang bakal disampaikan pada murid. Nantinya guru akan memakai gaya penulisannya sendiri saat mentransformasikan ilmu pada murid, sehingga tidak monoton mengikuti pola di buku pelajaran.

Pertemuan ini rutin dilakukan di sejumlah tempat di Jabodetabek, setiap Sabtu dan Minggu. Kata Omjay, bagi yang tidak bisa ikut kelas, guru-guru bisa menggunakan jejaring sosial.

“Kita punya facebook group yang namanya Ikatan Guru Indonesia, ini sudah lebih 10.000 guru bergabung di sana. Jadi teman-teman guru yang belum bergabung, silakan bergabung. Kita di sana juga punya klub guru menulis. Di IGI kita saling berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan. Akhirnya teman-teman yang tidak bisa menulis, jadi bisa menulis. Termasuk menulis karya tulis ilmiah.”

Dedi Dwitagama adalah salah satu pelopor kampanye ini. Kepala sekolah SMK Penerbangan Jakarta ini mengatakan, menulis adalah salah satu cara efektif meningkatkan kualitas pengajaran.

“Sebenarnya guru itu mempunyai potensi dan punya tanggung jawab untuk meneliti permasalahan di sekitarnya, untuk memperbaiki proses belajarnya. Sehingga hal-hal yang kurang, bisa diperbaiki, kemudian timbul proses yang lebih baik dari waktu-waktu. Karena seorang guru, potensi menulis, potensi menelitinya pasti telah ada. Sementara kalau itu diteliti dan ditulis, dia akan menjadi guru yang lebih baik dan proses pembelajaran akan meningkat. Hasilnya ya anak negeri akan terus berkualitas.”

Kampanye ini bukan hanya soal karya ilmiah atau kegiatan mengajar. Kata Dedi, para guru dikenalkan mulai cara menulis cerpen sampai hal-hal yang disenangi. Misalnya, pengalaman wisata, makanan kesukaan, olah raga dan lainnya.

Salah Satu Buku Wijaya KusumahSalah Satu Buku Wijaya Kusumah

“Hari ini saya memberikan materi penelitian tindakan kelas yang sifatnya ilmiah. Tapi menurut saya guru menulis tidak harus bersifat ilmiah, dia bisa menulis sebuah feature, bisa menulis puisi, dia bisa menulis berupa apapun. Atau dia bisa hanya sekedar posting fotonya, foto kan bicara seribu kata. Intinya saya dengan Omjay hanya mendorong proses kreatifitas, soal medianya melalui tulisan yang sifat ilmiah, populer, santai, sastra dan apapun. Intinya guru sebagai pendidik membiasakan menulis, sharing ilmu sehingga dibaca guru lain, anak didik dan masyarakat umum. Sehingga guru itu benar menjadi manusia pencerah.”

Gerakan ini sudah dimulai sejak 2010 dan sekarang sedang dikembangkan di sejumlah wilayah di Indonesia. Kembali Wiajaya Kusumah atau Omjay.

“Ini sebenarnya gerakannya sudah lama. Kita mulai 2010, waktu itu kita masih sebatas klub guru, belum dalam bentuk organisasi Ikatan Guru Indonesia. Dengan adanya organisasi ini terus berkembang dan setiap provinsi sudah mulai ada. Kami berusaha nanti gerakan menulis ini akan tersebar di setiap provinsi.”

Lewat kebiasaan menulis, saat ini Wijaya Kusumah sudah mempublikasikan tulisan-tulisannya ke dalam buku. Ada 8 buku yang sudah diterbitkan.

“Saya ada 8 mas, tiga buku TIK, satu menang di tingkat nasional “Yuk Kita Ngeblog” itu udah empat. Terus yang kelima “Menulislah Setiap Hari”. Tujuh “Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya. Saya baru saja menerbitkan buku terbaru saya “Menulis Blog untuk Pembelajaran”. Saya sedang menulis 2 buku lagi. “Menjadi Guru Hebat dengan Internet Sehat” dan satu lagi “Ibuku Perpustakaanku”.

Wijaya Kusumah menambahkan, hal inilah yang bisa menjadi motivasi bagi para guru. Selain soal transformasi ilmu di kelas, kemampuan menulis bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.

Manfaat untuk Guru dan Siswa

Di dalam kelas, para guru dibagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing diminta untuk menyusun satu judul tulisan yang mau ditulis. Agar tidak jenuh, suasana dicairkan dengan aneka permainan.

Dedi Dwitagama Sedang Memberikan Penilaian Hasil  Tulisan GuruDedi Dwitagama Sedang Memberikan Penilaian Hasil Tulisan Guru

Siti Mugi Rahayu salah seorang guru yang termotivasi dengan kampanye guru menulis ini. Ia adalah guru di SMA Al Muslim Tambun Bekasi.

“Sebetulnya saya punya blog awalnya, tapi karena ketidaktahuan mengelola Blog, jadi blognya jadi biasa saja. Kemudian ketika IGI Bekasi mengadakan seminar ICT, ada Omjay dan pak Dedi, saya jadi tergerak. Kok jadi bisa dilombakan, kok bisa blog jadi media pembelajaran, akhirnya saya melakukan itu dan efektif. Anak-anak pun belajarnya jadi suka, karena mereka ketemu dunianya sekarang. Anak-anak itu sekarang kan lahir di zaman teknologi. Jadi kalau kita mengajar dengan metode biasa dan membosankan, mereka bête kan. Sehingga ketika saya menawarkan ICT di dalam pelajaran, mereka suka.”

Mugi pun memanfaatkan teknologi informasi dalam mengajar.

“Pembelajaran di kelas untuk pemahaman mereka. Kapanpun mereka datang ketika mereka lulus, mereka bisa kembali ke masa SMA mereka karena sudah terdokumentasikan. Kadang gini, pernah ada seorang murid mengatakan. “Bu, ternyata di kampus itu mereka menggunakan blog”. Oh ternyata nyambung dengan yang telah mereka kenal. Jadi tidak sia-sia toh.”

Kemampuan para guru yang sudah bisa menulis dan mengembangkan ilmu melalui media maya dirasakan sangat bermanfaat oleh siswa. Ahmad Alamsyah adalah salah seorang bekas murid Dedi Dwitagama waktu mengajar di SMK 36.

Meski Dedi sudah pindah menjadi kepala sekolah di SMK Penerbangan, Alamsyah masih sering berbagi ilmu dengan Dedi.

Siswa Labschool UNJSiswa Labschool UNJ

“Baik, bagus, kita kan tidak selamanya belajar di kelas kan. Kadang kita di rumah, PR kan, kadang juga harus mencatat terus. Melalui internet, meskipun sifatnya copy paste kita tetap membaca apa yang mau kita kirim ke guru itu. Pokoknya baiklah.”

Hastri Pratiwi Wulandari murid Dedi lainnya menyebutkan saat ini iapun telah tertular semangat menulis. Ada 3 blog yang ia miliki untuk mengembangkan bakat menulis.

“Sebenarnya dari awal saya senang menulis dari kecil. Tapi saya belum tahu, ini hobi saya bakal tersalurkan kemana? Saya juga sudah sempat mencoba blog sejak SMP. Jadi Pak Dedi itu ibaratnya ya jadi kompasnya. Pak Dedi yang mengarahkan bagaimana cara menulisnya lebih bagus dan mem-blognya.”

Rahmat Affandi seorang guru kelas 6 di SDN Bekasi Jaya 1, Bekasi Timur. Ia ikut Kampanye Guru menulis. Kini ia menikmati hasilnya. Ia sudah menerbitkan buku dari tulisannya, dan mampu menularkan virus menulis ke muridnya.

“Saya di sekolah mengadakan program bimbingan dalam komunitas KOACI CALIS namanya, Komunitas Anak Cinta Membaca dan Menulis. Karena pada dasarnya seorang penulis itu harus membaca. Kepada teman-teman guru yang lain saya juga mengajak, ayo kita menulis. Karena bahan tulisan itu di sekitar kita banyak. Termasuk pengalaman pribadi, pengalaman di rumah, pengalaman di sekolah, itu bisa dijadikan bahan tulisan.”

Sedikitnya 3 buku telah ditulis Rahmat Affandi. Salah satunya berjudul ‘Cara Asyik Dalam Mendidik’, yang bercerita soal uneg-uneg dari sejumlah wali murid.

“Ketika bagi raport wali murid kan mengeluh anak-anaknya yang nilainya rendah. Saya sarankan kalau anak mau belajar jangan “disuruh” tapi “diajak”. Lalu mereka menjalankan. Lalu mereka melaporkan saran saya itu berhasil. Nah dari situ tahun ke tahun seperti itu prosesnya. Saya pun berpikir kalau pemikiran saya dibikin buku, pasti lebih bermanfaat bagi orang banyak.”

Kampanye guru menulis terus berkembang. Pelopor kampanye Wijaya Kusumah punya mimpi, nantinya 50 persen dari hampir 3 juta guru di Indonesia mampu untuk menulis.

“Kita berharap 2.9 juta guru yang ada di Indonesia, kalau bisa 50 persen plus 1 nya itu bisa nulis. Itu sudah luar biasa. Tapi target kita tidak muluk-muluklah, 25 persen sajalah dari 2.9 juta guru itu.”

Sementara Dedi Dwitagama, Kepala Sekolah Penerbangan Jakarta berharap, pemerintah membantu kampanye ini lewat pengembangan kemampuan para trainer.

“Kalau masyarakat lebih berdaya mengusahakan sendiri, pemerintah cukup mengintensifkantraining of trainer.“

Berbicara soal menulis, Dedi memberi saran. Paling gampang adalah tuliskan saja dulu apa yang ingin dituliskan.

“Untuk menulis, kita tidak perlu berfikir tulisan kita bagus atau tidak, dibaca orang atau tidak. Karena setelah kita berkali-kali menulis, kemudian kita bisa menilai sendiri tulisan kita bagus atau tidak. Nanti juga ada pembaca yang akan menilai kualitas. Itu tidak perlu kita pikirkan saat menulis. Karena nanti melalui skil kita menulis satu sampai ratusan tulisan, Insya Allah tulisan kita akan menghasilkan sebuah buku, dibaca banyak orang.”

Menulis adalah keterampilan yang perlu diasah, sambung Wijaya Kusumah atau Omjay. Kalimat itu selalu dipakai untuk memotivasi para guru.

“Jadi menulis, itu sebenarnya bukan bakat. Menulis itu sebuah keterampilan yang kalau dilatihkan, itu orang bisa. Siapa saja bisa menulis. Hebatnya, menulis itu sekarang bukan monopoli wartawan atau jurnalis. Menulis sudah menjadi dunia orang biasa.”

Suasana pelatihan dan wawancaranya bisa didengar disana.

20120609-145942.jpg

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada ratusan bisa dinikmati disini.

4 thoughts on “testiMONI

  1. hr ini sy dapat satu ilmu lg, yakni ttg PTK (penelitian Tindakan Kelas). Apa yg saya dapt ini akan sy terapkan di kelas, agar dapat mengembangkan kemampuan mengajar sy agar lebih baik lg. Tidak ada kt terlambat untuk terus belajar. Mdh2an akan muncul guru yg profesional, slah satunya SAYA. amiin ya Rob

  2. Remaja labil, kata yang tepat untuk menggambarkan diri saya pak, saat saya jatuh atau dalam keadaan lemah, kata-kata bapak selalu berputar mengelilingi otak saya “EPOS” itu kata yang paling bermain dalam benak saya. saat jatuh atau nga yakin berfikir postitif. Ingat ALLAH SWT akan memberikan apa yang sesuai dengan yang hambanya pikirkan. padahal cuma dari dua suku kata Berfikir dan Positif tapi bisa memberikan kekuatan yang maha dahsyat. shinjirareruyo, dakeru yo (kita yakin, kita bisa) Terimakasih banyak pak~ =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s