Posted in e-learning, ICT

dengan KASUBAG TU & TU MAN, SMA, SMK Jakarta Utara; tentang TEKNOLOGI INFORMASI

FOTO: BU ACI SMKN 49 JAKARTA

Saya berterima kasih Sudin Dikmen Jakarta Utara kembali mengundang Saya di kegiatannya, kali ini bertajuk pemanfaatan Teknologi Informasi untuk pendidikan, di Wisma Abdi Cipayung Jumat 21 Mei 2010. Walau peserta lebih dari seratus waktu tak terasa berlalu … sejak pk 08 WIB hingga 11.30 kami berdialog, workshop dan paparan hasil kelompok … didukung hotspot yang powerfull, kami saling berbagi dan bersepakat bahwa TI itu sangat penting untuk pendidikan … mereka berharap bisa menguasai banyak hal … selamat berjuang saudaraku …..

BU ACI JUGA FOTOGRAFERNYA, THX BUNDA

Terima kasih kepada Bp. Dr. H. Virgana, Kasudin Dikmen Jakarta Utara, Bp. H, Syarief, Bp. Imron dan semua teman di Sudin Dimen Jakarta Utara atas kepercayaan yang diberikan, juga kepada semua peserta yang semangat walau usia tak muda lagi, Bu Aci dari SMKN 49 Jakarta kebagian terima kasih karena telah mengabadikan kegiatan training Saya … tak lupa Saya berterima kasih kepada Bp.Dudung Durachim, pengawas SMK DKI Jakarta yang berkenan jadi moderator saya … miss u all.

Advertisements
Posted in ICT, pembelajaran, Teknologi Informasi, trainerpendidikan

BLOG UNTUK PEMBELAJARAN – MGMP Matematika SMA Jakarta Barat

slide saya

Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika SMA Jakarta Barat mengundanng Saya untuk WORKSHOP bertajuk BLOG UNTUK PEMBELAJARAN hari ini Rabu 21 Oktober 2009 di SMA Negeri 112 Jakarta Barat.

Target workshop adalah memotivasi guru untuk memahami apa itu blog, manfaat dan bagaimana mengelola blog agar menarik dikunjungi pembaca… berlangsung di Lab Komputer SMA Negeri 112 Jakarta Barat antusiasme guru-guru matematika sangat terasa … lalulintas pertanyaan bertubi … permintaan trik ini itu mengalir deras … diselingi bincang reuni, nostalgi masa-masa kuliah.

Terima kasih kepada Ibu Iis, Guru Matematika SMA Negeri 112 Jakarta yang mengontak Saya dan Bapak Sadono yang menjemput dan mengantar Saya, semoga bermanfaat.

Posted in ICT, IT, motivator, SMA nEGERI 16 JAKARTA

SMA Negeri 16 Jakarta sadar IT

Kemarin, Rabu 10 Juni 2009 Saya memotivasi guru dan karyawan SMA Negeri 16 Jakarta Barat yang telah sadar IT untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan IT untuk pembelajaran … sebagai bagian dari RAKER SMA Negeri 16 Jakarta, dilakukan dalam dua sessi; sessi pertama saya sharring tentang DIGITAL NATIVES & DIGITAL IMIGRAN … bahwa peserta didik kita saat ini adalah penduduk digital yang hidupnya setia detik tak lepas dari teknologi …. sementara kita para guru sering takut salah, takut rusak komputer … malu bertanya atau merasa tak penting bisa IT.

Terima kasih kepada Ibu Kepala Sekolah semua guru dan karyawan yang serius simak presentasi saya dan bergairah merespon workshop hingga waktu makan siang, spesial thx buat bapak Budi yang telah berkenan mendokumentasikan kegiatan ini … smg sukses selalu.

Ibu Budi Dwiyatna Guru SMA Negeri 16 Jakarta merespon status saya di Fesbuk seperti ini:

Terima kasih pak Dedi, salam dari semua Guru2 SMAN 16. Motifasi bapak tentang IT membuat para guru 16 jadi semangat… saya akan lanjutkan semua yang sudah dimulai ini, mohon dukungan dan bantuannya. Semua demi kemajuan Pendidikan di Indonesia. Sukses

Bapak Pamuji menulis begini:

Trima kasih pak Dedi Blog saya tambah lengkap … Teman-teman dari SMA 16 sangat antusias, dilain waktu insya’Allah bisa ke SMAN 16 lagi. Terima kasih

Posted in ICT, trainerICT, trainerpendidikan

sapa Ibu Guru Lia – SD MATHLA’UL KHOERIYAH BANDUNG

woooow … sangat cepat … saat kami sedang evaluasi … ibu lia pemilik blog gurulia dah berkunjung dan komentar di blog saya … nuhun … semoga bermanfaat

begini:

“Saya mengucapkan terima kasih atas informasi yang telah bapak berikan pada saat pelatihan TIK di Hotel Corner Bandung. Saya merasa lebih termotivasi untuk selalu terus belajar mengembangkan pengetahuan ilmu komputer”

Posted in ICT, IDE, kepalasekolah, TIK, trainerpendidikan

Dedi Dwitagama di Program Inovasi Dalam Pembelajaran

Kini menjangkau 1.000 Sekolah Dasar, melibatkan 300.000 murid dan 15.000 guru di empat provinsi

IDE (Inovasi Dalam Edukasi) adalah program berkesinambungan dalam Pembelajaran-Interaktif-Menyenangkan dengan mempergunakan alat peraga, yang ditujukan kepada murid Sekolah Dasar (SD). Kehadiran program IDE sejak 5 tahun belakangan ini juga dimaksudkan agar memperbesar arti dan peranan para guru sebagai duta pendidikan. Menurut Seto Mulyadi, ketua Dewan Penasihat IDE, untuk tahun ajaran 2006-2007, program IDE kini telah menjangkau 300.000 murid, 15.000 guru pada 1.000 SD yang tersebar di empat provinsi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.


Kegiatan Hari ke-2 di Surabaya, 18 Maret 2009. “Teknologi ada untuk mempermudah” materinya
Program IDE yang bergulir sejak awal 2002, diprakarsai oleh PT Unilever Indonesia, Tbk yang kemudian menunjuk Interact Carlson Marketing Group (ICMG) sebagai mitra. Program ini dimulai dengan sebuah pilot project yang bersifat non-komersial, dan didukung oleh para praktisi dunia pendidikan termasuk Dinas Pendidikan, serta disponsori oleh Unilever. “Program IDE adalah sebuah terobosan yang perlu diapresiasi dan menunjukkan kepedulian yang tinggi dari dunia usaha mengenai pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” tutur Seto Mulyadi, Ketua Dewan Penasihat program IDE.

Pada awalnya, 13 SD diseleksi dan proses pembelajaran baru yaitu “interactive, fun learning” diperkenalkan. Materi pembelajarannya tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, namun telah dirancang sedemikian rupa sehingga tampil lebih menarik dalam bentuk alat bantu pembelajaran seperti misalnya poster atau flip chart.

Setelah setahun berjalan yang diikuti dengan pemantauan yang ketat, maka dilakukan evaluasi, baik dari manfaat dari proses pembelajaran interaktif menyenangkan serta penggunaan alat bantu mengajarnya. Studi banding juga dilakukan, antara sekolah peserta program IDE dan non-peserta. Hasilnya sangat menggembirakan. Program bernuansa pendidikan ini dapat diterima dan disukai, dan mendorong pilot project ini dikembangkan lebih meluas ke lebih banyak sekolah di kota-kota lainnya pada tahun-tahun berikutnya.

Seiring perkembangan program IDE yang melibatkan lebih banyak sekolah, Dewan Penasihat program ini melihat bahwa proses pemantauan dan pengukuran efektivitas program IDE perlu lebih ditingkatkan, sehingga ditunjuk biro riset untuk melaksanakan survei berskala besar pada sekolah peserta dan non-peserta. Berdasarkan hasil riset independen dari AcCis pada 2006, mayoritas responden memberikan persepsi positif terhadap metode baru yang dilakukan program IDE, diantaranya pemahaman yang lebih mudah terhadap materi pelajaran; belajar lebih menyenangkan dan menarik; para siswa dapat lebih menikmati aktivitas di sekolah; proses mengajar dapat lebih aktif karena peran gambar; dan membuat para siswa lebih mudah menyerap topik yang dibahas. Riset tersebut melibatkan responden sebanyak 650 siswa, 100 guru dan 100 orang tua murid.

“Kini yang menjadi tantangan bagi kami adalah bagaimana mengajak semua pihak untuk ikut peduli pada pendidikan dan mengoptimalkan program IDE sesuai dengan kapasitas yang ada, dengan harapan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia, khususnya murid-murid SD,” jelas Esti Sofwan, Project Manager Program IDE. “Untuk itu kami ingin mendapatkan berbagai masukan dari semua pihak demi pengembangan program IDE. Kami percaya bahwa berbagai lapisan masyarakat akan mendukung program ini agar mencapai hasil yang maksimal dengan menjangkau lebih banyak murid di Indonesia”, tambah Esti.

Dukungan dari mitra koalisi
Unilever, sebagai penggagas utama dalam program ini, telah mengikutsertakan beberapa brand guna mendukung pembelajaran di dalam kelas yaitu: Rinso, Kotex, Lifebuoy, Pepsodent, Wall’s dan Sariwangi. Beberapa brand lain dari Unilever yang mendukung program aktivasi di luar kelas (ekstrakurikuler) adalah Taro dengan story telling ‘Dewi Bumi’ – untuk cinta lingkungan; Lifebuoy – ‘Berbagi Sehat’ cuci tangan; Komik ‘Aji Pemboros’ – mendidik untuk rajin menabung dan tidak boros.

Untuk tahun ini, Unilever memperkenalkan subyek lingkungan yang berkonsep ‘Green and Clean’. Konsep ini lebih menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan praktik dan implementasi secara langsung. Diawali dengan sosialisasi pemisahan sampah organik & anorganik, proses pembuatan kompos dan proses lebih lanjut. Dalam implementasi tersebut melibatkan seluruh stakeholder yang terdiri dari pihak donor, dinas pendidikan wilayah, dewan penasehat, pihak sekolah (kepala sekolah, guru, siswa, komite dan pihak-pihak pendukung sekolah) serta program manajemen program IDE. “Melalui ‘Green and Clean’ sebagai bagian dari Program IDE, kami ingin mengajarkan anak-anak untuk peduli lingkungan sejak usia dini. Tidak hanya berhenti di sekolah, anak-anak juga akan menjadi agen perubahan dengan membawa kesadaran lingkungan tersebut ke rumah dan lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Okti Damayanti, General Manager Unilever Peduli.

Pada tahun ajaran 2006 – 2007 ini, IDE menggandeng mitra koalisi baru yaitu Frisian Flag Indonesia (FFI) – pemimpin pasar industri susu di Indonesia yang ahli di bidang nutrisi – dengan konsep Get Ready for Life! Konsep ini menitik-beratkan pada kesiapan anak untuk menyongsong masa depan. HR & General Affairs Director FFI Hendro Harijogi Poedjono menyatakan, keterlibatan FFI juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk turut serta membantu meningkatkan tingkat kesehatan dan gizi di Indonesia melalui berbagai aktivitas termasuk pendidikan terhadap stakeholders dan konsumen pada umumnya.

Sekilas tentang Interact Carlson Marketing Group (ICMG)
Interact Carlson Marketing Group (ICMG), sebagai bagian dari Carlson Marketing Worldwide, adalah perusahaan spesialis yang berkiprah di dalam bidang usaha “membangun kemitraan antara korporasi dengan para stakeholder” melalui program khusus. Salah satu keunggulannya adalah merencanakan dan merealisasikan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR). ICMG merupakan perintis dalam bidang Relationship Marketing di Indonesia. Bermarkas di Minneapolis (Amerika Serikat), Carlson Marketing Worldwide adalah perusahaan pemasaran utama yang telah sukses selama 70 tahun membangun kemitraan bagi beberapa perusahaan ternama di dunia. Kini jaringan bisnisnya mencakup 37 cabang di 21 negara, mulai dari Amerika, Kanada, EMEA dan Asia Tenggara, hingga Australia.

Sumber: Antara

Posted in ICT, SDNKalibaru, trainer, trainerpendidikan

Motivasi Guru SDN Kalibaru 01 & 02 Jakarta Utara; ICT topiknya

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai gladi resik untuk presentasi di beberapa kota di Jawa … tapi ternyata sambutannya heboh dan memaksa dibuatkan jadwal untuk pelatihan lanjutan. hadir juga pad kegiatan itu guru-guru dan Kepala Sekolah SDN Kalibaru 03, 04, 05 … semoga bermanfaat