@dwitagama diutus Dinas Pendidikan DKI Jakarta ke Konferensi Nasional Guru Blogger di UNAIR Surabaya dengan Om @wijayalabs

PRESENTASI

PRESENTASI

CYUUUS

CYUUUS

SETELAH PEMBUKAAN

SETELAH PEMBUKAAN

Alhamdulilah, rupanya tulisan saya di beberapa blog diperhatkan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan membuat saya diperjalankan ke Surabaya untuk mewakili Guru Jakarta ikuti Konferensi Nasional Guru Blogger di UNAIR, 28 – 29 Nopember 2012, saya menyajikan Makalah yang berjudul:

SENI MENGAJAR & PEMBELAJARAN KREATIF YANG MEMBENTUK KARAKTER PADA MURID-MURID DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Abstrak.

Membentuk karakter pada murid-murid Sekolah Menengah Kejuruan. Sebuah pengalaman penerapan proses pendidikan yang mendorong terbentuknya karakter di Sekolah Menengah Kejuruan, agar murid-murid siap memasuki dunia kerja, berwirausaha, melanjutkan belajar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan yang lebih utama adalah membentuk penduduk negeri yang baik, mandiri, percaya diri, menghayati individualitasnya, maupun menggapai kebebasan yang dimilikinya, sehingga ia dapat semakin bertumbuh sebagai pribadi maupun warga negara yang bebas dan bertanggung jawab melalui seni mengajar dan pembelajaran kreatif di sekolah kejuruan.

#113 @2012

SENI MENGAJAR & PEMBELAJARN KREATIF YANG MEMBENTUK KARAKTER PADA MURID-MURID DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar murid-murid secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan di Indonesia berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi murid-murid agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Proses pembelajaran yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Berpusat pada anak.
2. Memberikan pengalaman langsung kepada anak untuk
menghasilkan sesuatu selain nilai di akhir muridan.
3. Menumbuhkan keterampilan social, mendorong anak bekerja sama
dengan teman dan mengaitkan dengan pengetahuan yang terdapat
pada mata muridan lain.
4. Menumbuhkan kemampuan menyampaikan ide, gagasan,
berargumentasi dan berbicara di muka umum.

Pendidikan karakter adalah pendidikan yang tujuannya membentuk kepribadian murid-muridnya supaya memiliki karakter yang baik, menghayati individualitasnya, maupun menggapai kebebasan yang dimilikinya, sehingga ia dapat semakin bertumbuh sebagai pribadi maupun warga negara yang bebas dan bertanggung jawab, bahkan sampai pada tingkat tanggung jawab moral integral atas kebersamaam hidup dengan warga yang lain.

Terdapat sembilan pilar karakter yaitu cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, kejujuran, amanah dan diplomatis, hormat dan santun, kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama, percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai dan persatuan.

Kemudian, ada pula K4 (kesehatan, kebersihan, kerapian dan keamanan).
Pendidikan Karakter di Sekolah dilakukan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang selalu bekerja membuat orang mau selalu berbuat sesuatu kebaikan. Orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan acting the good berubah menjadi kebiasaan.

Pendidikan karakter sebagai sebuah paedagogi memiliki tujuan agar setiap pribadi semakin menghayati individualitasnya, maupun menggapai kebebasan yang dimilikinya, sehingga ia dapat semakin bertumbuh sebagai pribadi maupun warga negara yang bebas dan bertanggung jawab, bahkan sampai pada tingkat tanggung jawab moral integral atas kebersamaan hidup dengan warga yang lain.

Sekolah merupakan sarana yang dirancang untuk melaksanakan pendidikan, merespon berbagai perkembangan masyarakat, teknologi dan lainnya memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi generasi muda terhadap perkembangan zaman. Semakin maju masyarakat, semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk kedalam proses pembangunan masyarakat itu. Sekolah membentuk manusia sosial yang berkarakter dan berkepribadian agar mampu bekerja sama dalam suasana menyenangkan, bertanggung jawab, memiliki kemampuan leadership yang baik serta berani berkompetisi raih prestasi.

Beberapa kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Mengoptimalkan penggunaan Teknologi Informasi untuk pembelajaran. Proses balajar berlangsung menggunakan media sosial melalui Teknologi Informasi seperti Blog, Facebook, Twitter, Youtube, dan lainnya. Proses ini mendorong pembentukan karakter kemandirian, kejujuran, amanah, diplomatis, hormat dan santun.

2. Penugasan kelompok yang harus dikerjakan di luar sekolah, diharapkan membentuk karakter kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama. percaya diri, kreatif, kerja keras, pantang menyerah, dan kepemimpinan.

3. Presentasi hasil kerja pribadi dan kelompok. Suatu kegiatan yang melatih murid-murid keterampilan berbicara di muka umum, mereka berbicara dihadapan semua teman dan guru. Diharapkan melalui kegiatan ini menumbuhkan karakter percaya diri, kreatif, diplomatis dan kerapihan.

4. Beasiswa untuk yang berprestasi tingkat Provinsi, Nasional dan Internasional. Sekolah menghargai prestasi yang dicapai murid-murid dalam bidang apa saja dengan memberikan beasiswa hingga tamat belajar, lewat kegiatan ini diharapkan menumbuhkan karakter kerja keras, pantang menyerah, percaya diri, kreatif.

5. Masa orientasi murid-murid baru dengan instruktur Tentara. Mental anak-anak saat bersekolah di Sekolah Menengah Pertama lebih cepat ditransformasikan agar lebih cepat berinteraksi dengan system belajar di Sekolah Menengah Kejuruan, untuk dipersiapkan memasuki dunia kerja, berwirausaha atau melanjutkan pendidikan ke Universitas. Melalui berbagai kegiatan seperti permainan-permainan yang menyenangkan dibimbing oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), diharapkan membentuk karakter kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama. percaya diri, kreatif, kerja keras, pantang menyerah, dan kepemimpinan.

6. Pengarahan di halaman sekolah pagi dan sore hari. Setiap pagi seluruh murid-murid melakukan kegiatan berkumpul dilapangan pagi sebelum masuk sekolah dan sore hari setelah pulang sekolah, menerima informasi dan motivasi berhubungan dengan prose belajar di sekolah. Diharapkan mereka disiplin datang pagi hari, melakukan pengaturan waktu dan kegiatan-kegiatan secara mandiri sehingga bisa datang tepat waktu. Melalui kegiatan ini diharapkan menumbuhkan karakter disiplin dan kemandirian, toleransi dan persatuan.

7. GPS – Grow to be President Soekarno. Suatu program melatih murid-murid keterampilan berbicara di muka umum, saat apel pagi dan sore atau pada kegiatan lainnya, mereka berbicara dihadapan hampir seribu murid-murid dan guru. Diharapkan melalui kegiatan ini menumbuhkan karakter percaya diri, kreatif, diplomatis dan kerapihan.

8. Pentas Seni Budaya yang tak biasa.
Murid-murid didorong untuk berlatih kesenian atau budaya yang asing dari daerah lain di Indonesia atau negeri lain. Melalui Taiko, suatu kesenian dari Jepang, murid-murid memiliki kesempatan untuk menyelami kehidupan lewat budaya dan bahasa Negara lain. Melalu kegiatan ini diharapkan menumbuhkan karakter kerja sama, toleransi, cinta damai, kepemimpinan, persatuan.

9. Jurnalistik.
Murid-murid dan Guru-guru ikut serta mengelola media informasi berbentuk majalah dinding dan majalah cetak dengan tugas mewawancarai target liputan dan menuliskannya, dari kegiatan ini diharapkan menumbuhkan karakter mandiri, jujur, amanah, diplomasi, hormat dan santun.

Berbagai kegiatan di atas memang belum cukup, tetapi paling tidak kami sudah memulai, semoga bermanfaat. Melalui berbagai kegiatan dalam pembelajaran di sekolah yang menumbuhkan kreatifitas murid dan pembiasaan karakter baik untuk membentuk penduduk negeri yang berkualitas, semoga.

Jakarta, 26 Nopember 2012.
http://dedidwitagama.wordpress.com

4 thoughts on “@dwitagama diutus Dinas Pendidikan DKI Jakarta ke Konferensi Nasional Guru Blogger di UNAIR Surabaya dengan Om @wijayalabs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s