Posted in trainer, trainer narkoba

Mengucapkan Mohon Maaf Lahir Bathin

Dear Pengunjung
Jari kadang salah menyentuh keyboard. Mata kadang salah melihat. Mulut kadang salah berucap. Hati kadang salah menduga. Maafkan segala kekhilafan. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat hari raya Idul Fitri 1429H. Semoga Anda dan orang-orang yang Anda cintai dalam sehat, sejahtera senantiasa.

Kartu: Zoel

Posted in drugs, dwitagama, Narkoba, rokok, trainer narkoba

Introspeksi Lebaran; Narkoba, Rokok dan Sepeda Motor

Seperti biasa, Saya menerima banyak kartu lebaran … semua berbentuk kartu, Saya merasa sayang berkirim hanya beberapa kalimat yang sangat umum bertebaran … beberapa hari terakhir ini, Sekretaris Saya Mba Dwi Aryanti membantu Saya mengirim selambar tulisan seperti di bawah ini:

Selamat Hari Raya, selamat berbahagia. Mudah-mudahan Bapak/Ibu setiap tahun selalu dalam kebaikan. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua dan memberikan restunya kepada kita semua untuk cerahkan masa depan anak bangsa.

Taqobbalallaahu minnaa wa minkum, Ja’alanaallaahu wa iyyaakum
Minal ‘aaidina wal faaiziina, Kullu ‘aamin wa antum bi khoirin

Hopefully Allah will receive good deeds all of us. Hopefully Allah give His blessing to all of us Happy Great Day, Happy Happiness. Hopefully you will always be good every year

Saatnya Peduli

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Salah satu ciri orang bertakwa adalah tidak melakukan perzinaan dan tidak mengonsumsi Madat, Narkoba/Naza (narkotika, alkohol, dan zat adiktif – termasuk Rokok).

Allah berfirman, ”Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji (fahisyah) dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra’ [17]: 32).

”Setiap zat, bahan atau minuman yang dapat memabukkan dan melemahkan akal sehat adalah khamar (alkohol), dan setiap khamar adalah haram.” (HR Abdullah bin Umar RA).

Karena kedua hal ini termasuk perbuatan keji dan mungkar.

Dengan berpuasa kedua hal tersebut dapat dicegah sebagaimana Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya menyatakan, ”Puasa bukanlah sekadar menahan diri dari makan dan minum. Namun, sesungguhnya puasa itu mencegah diri dari segala perbuatan yang sia-sia serta menjauhi perbuatan-perbuatan kotor dan keji (mungkar).” (HR Al Hakim).

Juga, ”Sesungguhnya peperangan terbesar (di muka bumi ini) adalah peperangan melawan hawa nafsu dirinya sendiri.” (HR Thabrani dan Baihaqi).

Puasa menunjukkan keimanan seseorang untuk melawan hawa nafsu dirinya sendiri. Perzinaan dan mengonsumsi narkoba/naza/rokok adalah salah satu bujukan nafsu. Andai kata pun sudah telanjur segeralah berobat, shalat, berdoa dan berzikir, serta puasa untuk memperoleh ampunan Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW, ”Barang siapa yang telah menjalankan ibadah puasa dengan sempurna serta ikhlas karena Allah semata, maka Allah mengampuni dosa-dosa tahun sebelumnya.” (HR Bukhari Muslim).

Hikmah Republika Rabu, 19 September 2007

Ada masalah lain yang perlu mendapat perhatian kita, yaitu tentang penggunaan Sepeda Motor dikalangan Remaja. Mereka belum memiliki SIM, pengendalian emosi dan kewaspadaan diri belum matang, sehingga kecelakaan hanya tinggal menunggu waktu, kematian jadi hal yang biasa untuk pengendara sepeda motor dan sangat tinggi jumlahnya.

Sebagai Kepala Sekolah atau Pimpinan Institusi, pernahkan Bapak/Ibu mengamati atau melalui Satpam memeriksa pelajar atau remaja yang membawa sepeda motor, apakah mereka memiliki SIM. Hal itu akan melindungi anak bangsa dari kecelakaan dan mendidik generasi penerus mematuhi Peraturan dan Perundang-undangan

Saatnya kita peduli terhadap Narkoba, Rokok dan Sepeda Motor

Posted in BNN, bnp, drugs, lingkungan, trainer narkoba

Jaringan Pengedar Narkoba Rp 4,4 M di LP Salemba Dibongkar


Satuan Narkotika Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan pengedar narkoba yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba. Dari pembongkaran tersebut diperoleh barang bukti senilai Rp 4,4 miliar.

Barang bukti yang berhasil diperoleh polisi adalah 22 ribu butir ekstasi yang dikemas dalam bentuk kapsul dan 200 gram shabu setengah jadi yang dimasukkan ke dalam bungkus Oreo. Selain itu polisi juga mengamankan tiga tersangka, yakni SRT, MMY, dan LS.

“Ini merupakan modus baru. Jadi tersangka meraciknya lalu dimasukkan ke dalam kapsul untuk mengelabuhi petugas, seolah-olah obat biasa. Nilainya ditaksir sekitar Rp 4,4 miliar,” kata Direktur Narkoba Polda Metro Kombes Arman Depari di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (24/9/2008).

Kronologi penangkapan bermula dari laporan dari masyarakat yang mengatakan akan dilakukan transaksi narkoba di depan Hotel Mustika, Jakarta Barat, Selasa (18/9/2008). Berdasarkan laporan itu polisi lantas melakukan observasi.

Dari hasil lacakan, polisi berhasil menangkap SRT di Hotel NAM Center, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari yang sama pukul 16.00 WIB. Dari tangan SRT ditemukan barang bukti berupa psikotropika jenis shabu sebanyak 100 gram. Dari hasil interogasi, SRT menyebutkan barang bukti tersebut akan diantarkan kepada seseorang atas suruhan MMY.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi berhasil menangkap MMY dan LS di rumah MMY, Jl Kemenangan III, Glodok, Jakarta Barat, pada hari yang sama pukul 16.00 WIB. Dari rumah MMY ditemukan barang bukti berupa 100 gram shabu dan ekstasi dalam bentuk kapsul sebanyak 22 ribu butir di dalam kardus Aqua yang disimpan di lemari.

Setelah dilakukan interogasi terhadap MMY, diperoleh keterangan bahwa barang bukti tersebut akan diserahkan kepada seseorang atas suruhan Asiong yang tengah ditahan di LP Salemba. Polisi pun lalu menginterogasi Asiong.

Dari Asiong didapat keterangan bahwa barang tersebut berasal dari Mirke, warga Nigeria yang juga ditahan di LP Salemba. Mirke inilah yang menjadi pengendali jaringan narkoba tersebut.

“Peredaran ekstasi ini dikendalikan oleh seorang warga negara Nigeria dari Rutan Salemba bernama Mirke. Status Mirke ini sendiri adalah tahanan Salemba,” ujar Arman.(sho/nrl)

Sumber: E Mei Amelia R – detikNews
Foto: detiknews

Posted in CURRICULUM VITAE, Dikmenti, dwitagama, Education, Leadership, Metode, Topik

LDK OSIS SMA & SMK Sudin Dikmenti Jakarta Utara



Latihan Dasar Kepemimpinan untuk OSIS SMA dan SMK se Jakarta Utara dilangsungkan di Pondok Pemuda Cibodas Jawa Barat, Jumat 18 September 2008, diikuti lebih dari 100 peserta. Saya menyajikan materi Manajemen Organisasi. Diawali dengan permainan mencari teman sambil beradaptasi dan bergerak cepat dalam bertindak, direspon sangat bergairah oleh peserta, menjadikan pagi yang dingin udara pegunungan berubah menjadi hangat dan bergairah.

Saya berusaha memberikan pemahaman kepada peserta bagaimana mengelola organisasi agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan, pertanyaan dan pendapat tentang materi Saya bertubi-tubi, hal ini menunjukkan kualitas peserta yang ikuti kegiatan itu memang tak biasa.

Training Saya ditutup dengan menyanyikan lagu Afgan “Terima kasih Cinta” bersama-sama

Tersadar di dalam sepiku
setelah jauh melangkah
Cahaya kasihmu menuntunku
kembali dalam dekap tanganmu

Terima kasih cinta untuk segalanya
kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi
semua kesalahanku yang pernah menyakitimu

Tanpamu tiada berarti
tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
kembali dalam dekapan tanganmu

Terimakasih cinta untuk segalanya
kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi
semua kesalahanku yang pernah menyakitimu

oho oo..

ooh oo..

Terima kasih kepada Bp Alpisahar Lewenussa, Bp Imron dan Bp/Ibu lainnya yang kembali memberi kepercayaan kepada Saya untuk menyajikan materi pada LDK tahun ini, semoga bermanfaat. Untuk peserta, semoga Anda bisa jadi pemimpin masa depan yang membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.

Posted in drugs, Info, kecanduan

13 nyawa direnggut MIRAS

Jumlah korban tewas akibat menenggak minuman keras (miras) yang diduga berancun di Kabupaten Indramayu, bertambah menjadi 13 orang setelah empat korban berikutnya meninggal dalam rentang waktu Rabu (10/9) malam hingga Kamis (11/9) dini hari.

Empat korban yang tewas terakhir yaitu Kodim (25) warga RT 11/05 Desa Kedokangabus, Kecamatan Gabuswetan, Wastim (50) warga RT 05/07 Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, dan Tadi (28) warga Desa Wirapanjunan, Kecamatan Kandanghaur, ketiganya tewas di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu (RSBI).

Satu korban tewas lainnya adalah Sapuah (40), warga Desa/Kecamatan Gabuswetan yang tengah menjalani perawatan di Puskesmas Kandanghaur. Tak hanya korban tewas yang bertambah, korban yang mengalami kondisi kritis dan sekarang dirawat di rumah sakit dan puskesmas juga terus bertambah.

Tercatat ada satu orang korban kembali dilarikan ke RSBI yakni Ramadani (20) warga Desa Krimun, Kecamatan Losarang, serta tiga korban yang dibawa ke Puskesmas Kandanghaur, yaitu Zeni (16), Supriyanto (23), dan Raswan (25), ketiganya warga Desa Wirapanjunan, Kecamatan Kandanghaur.

Sementara tiga korban sebelummya yaitu Supari (23) warga Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, serta Kasdirah (27) warga Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur, hari ini akan dirujuk ke sejumlah rumah sakit yang ada di Kabupaten Indramayu karena keadaannya makin kritis.

Dengan adanya penambahan korban yang kritis tersebut, jumlah total warga yang mengalami kondisi kritis akibat pesta miras menjadi 18 orang yang masih dirawat di beberapa rumah sakit di Indramayu.

Sebelumnya, tercatat ada 12 orang yang mengalami kondisi kritis, belum termasuk lima orang lainnya yang dilaporkan mengalami kondisi serupa dan dirawat di rumah masing-masing. Diduga masih banyak warga yang dirawat di rumah, namun sengaja ditutupi pihak keluarganya dengan alasan membuat aib keluarga.

Salah seorang petugas Puskesmas Kandanghaur, Ato Irianto, menjelaskan, saat dibawa ke puskesmas, para korban mengalami muntah-muntah dan pandangan mata yang berkunang-kunang sehingga mereka yang parah akan segera dirujuk ke rumah sakit yang peralatannya lebih lengkap.

“Korban Sapuah meninggal karena sebelumnya menolak untuk dirujuk ke rumah sakit,” katanya.
Diduga miras merk vodka yang dikonsumsi itu mengandung kadar alkohol terlalu tinggi atau mempunyai kadar racun tertentu sehingga sangat mematikan ketika.

Sebelumnya, dugaan penyebab mengarah pada penggunaan lotion anti nyamuk untuk mencampur miras, tetapi ketika sebaran korban cukup beragam akhirnya dugaan mengarah pada merk miras vodka yang dikonsumsi para korban. Masih belum jelas miras merk vodka produksi perusahaan mana yang dianggap berbahaya itu karena ada dugaan juga miras vodka yang diminum para korban tersebut juga palsu alias racikan dari sebuah industri rumahan.

Polres Indramayu masih menunggu hasil laboratorium forensik Mabes Polri dari isi perut para korban yang rata-rata mengalami gejala sama yaitu pusing, muntah-muntah dan hilang kesadaran. ant/is

Sumber: Republika

Posted in BNN, BNP Sulawesi Tenggara, CURRICULUM VITAE, drugs, dwitagama, Education, foto, IASTP, Kendari, Metode, NTB, pendidikan, School Based Drug Prevention, trainer narkoba

School Based Drug Prevention Program IASTP – Kendari

Akhir Agustus 2008 di Balai Diklat Sulawesi Tenggara, daerah Puwatu. Pesertanya mayoritas Guru SMP, SMA dan SMK di Sultra





Suasananya asik, peserta aktif, pohon kelapa di luar ruang hadirkan suasana romantis

Posted in BNN, BNP Jawa Timur, BNP Sulawesi Tenggara, drugs, dwitagama, Education, IASTP, NTB, School Based Drug Prevention

“Cegah Narkoba dengan Fun” – Media Coverage of SBDP Training in Surabaya


The School Based Drug Prevention (SBDP) Training in Surabaya was covered in Jawa Pos news paper, dated 05 August 2008, page 31 at the Metropolis Pendidikan rubric. In this rubric, the SBDP training news is placed in the Pelatihan (Training) Column of Article.

Under the title of “Cegah Narkoba dengan Fun” (Prevent Drug with Fun), iIt is said that there are many drug prevention applied at schools. For this purpose, BNN in collaboration with Government of Australia through the AusAID arranged a training named School Based Drug Prevention, located at Wisma Tamu BNP.
In this training, trainers assigned are from Indonesia Australia Specialized Training Projects (IASTP) and from Austraining International. IASTP trainers are Diah Setia Utami, Riza Sarasvita, Early Dewi and Dedi Dwitagama. From Australia are Donna Leigh, Madalena and Ian Smyth. Those trainers were jointly collaborated to deliver training materials based on appropriate “fun” approaches to be applied for school children.

Although the materials delivered by each trainer were different, they tried to deliver using attractive games.

Special thanks for Dody Budhiwaskito who send me media attachment.