Permen Coklat NARKOBIS

Polisi masih mengejar Rudi (42), ayah Rida Wahyu, siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Sekar Bangsa, Pondok Labu, Jaksel. Ayah Rida melarikan diri setelah mengetahui empat teman anaknya mabuk setelah mengonsumsi permen seperti cokelat yang diberikan Rida.

Dari hasil penyelidikan kepolisian, ternyata permen seperti cokelat itu mengandung narkoba jenis happy five. Narkoba jenis ini merupakan zat psikotropika aktif minor tranquilizer yang bersifat menenangkan atau menidurkan.


Kapolsek Metro Cilandak Kompol Makmur Simbolon, kepada wartawan, Selasa (10/6), mengatakan, pihaknya masih mengejar Rudi.

Pengejaran dilakukan di beberapa lokasi yang diperkirakan sebagai tempat persembunyiannya, termasuk beberapa tempat yang menjadi pangkalan truk kontainer, sesuai profesi Rudi. Dari penyelidikan polisi, Rudi merupakan karyawan swasta bagian ekspedisi di kawasan Tanjung Priok, Jakut.

Ketika ditanya wartawan apakah Rudi merupakan bagian dari sindikat narkoba, Simbolon belum bisa memastikannya. “Nanti akan kita telusuri, yang pasti ia harus tertangkap dulu. Seharusnya dia tidak melarikan diri,” katanya.

Kapolres Metro Jaksel Kombes Pol Chairul Anwar menambahkan, Ny Sri yang juga ibu Rida Wahyu mendapatkan pil itu setelah mengorek-ngorek tas suaminya yang baru pulang dari luar kota.

Dari tas suaminya, Ny Sri mendapati 30 butir pil dalam tiga strip, yang dibungkus dalam kemasan cokelat Alpine. Karena ia mengira pil-pil itu adalah cokelat oleh-oleh, Ny Sri langsung menyimpan pil-pil itu di lemari es.

Saat Rida akan berangkat sekolah, ia membuka lemari es dan mendapati cokelat itu. Rida sempat bertanya kepada ibunya tentang cokelat itu dan dijawab oleh ibunya bahwa cokelat itu oleh-oleh ayahnya. Selanjutnya Rida membawa cokelat itu ke sekolah sebagai bekal.

Bersama empat temannya, Rida memakan 11 butir coklat itu di sekolahnya. Setelah mengonsumsi permen itu, kelima anak-anak tersebut teler dan berjalan sempoyongan. Bahkan ada yang menabrak pintu. Melihat kejadian itu, sekolah langsung geger.

Wakabid Pelayanan IGD RS Fatmawati, dr Ugi Sugiri, menjelaskan, dari hasil tes urine, kelima anak itu positif mengandung zat psikotropika jenis benzodiaspin.

Happy five akan menyebabkan efek lemah dan tertidur seperti obat tidur. Jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, akan terjadi depresi pernapasan atau sulit bernapas.

Saat ini, lanjutnya, Rida Wahyu dan Adrian masih dirawat secara intensif, sedangkan tiga teman lainnya sudah diperbolehkan pulang.

“Kami obati dengan sistem hidrasi atau mengalirkan air ke dalam tubuh, dengan harapan zat psikotropika dapat keluar melalui air seni,” katanya. (Joko Sriyono)

Source: Suara Karya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s