Info · Metode · Topik

Bahayangkari HEBOH, bergairah


Bertemu dengan Ibu-ibu Bhayangkari hampir selalu mengesankan, betapa tidak … mereka merespon dengan bergairah setiap tugas dan permainan yang berlangsung sepanjang sessi “Teknik dan Simulasi Penyuluhan” Pelatihan Fasilitator Penyuluh bagi Pengurus Bhayangkari, di Balai Diklat BPKP Bogor Jawa Barat, Rabu 23 Oktober 2007


Saat saya masuk di sessi Dr. Dyah, Wakil Direktur RSKO Jakarta, Saya mengamati formasi duduk peserta masih mengelompok berdasarkan seragam yang mereka kenakan, asumsi Saya mereka belum berbaur atau saling mengenal … setelah saya konfirmasi, ternyata benar, jadilah “4 KIKA”, sebagai game pertama Saya. Dalam formasi lingkaran peserta harus mengenal dan hafal nama 4 rekan di kanan dan kirinya … asik deh lihatnya, mereka berkenalan sambil saling “baku cium” … ach, dasar wanita … mesra gitu lo.

Selanjutnya kerja kelompok mengkaji penyuluhan yang efektif dan tak efektif, saat presentasi hasilnya … memperlihatkan calon-calon penyuluh yang bisa diandalkan … walau ada yang baru pertama kali tampil, tapi gaya dan suaranya muantep banget.

Terima kasih BNN atas kepercayaannya, terima kasih juga Ibu-Ibu Bhayangkari atas kehebohannya, hingga ada yang sakit perut saat bermain “KELOMPOK KANCIL”, semoga pertemuan kita bermakna dan bisa diterapkan dilapangan, selamat berjuang.

Info · lingkungan

Idul Fitri … saatnya berhenti

Selamat Hari Raya, selamat berbahagia. Mudah-mudahan Bapak/Ibu setiap tahun selalu dalam kebaikan. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua dan memberikan restunya kepada kita semua untuk cerahkan masa depan anak bangsa.


Taqobbalallaahu minnaa wa minkum, Ja’alanaallaahu wa iyyaakum
Minal ‘aaidina wal faaiziina, Kullu ‘aamin wa antum bi khoirin
Hopefully Allah will receive good deeds all of us. Hopefully Allah give His blessing to all of us Happy Great Day, Happy Happiness. Hopefully you will always be good every year

Saatnya Tinggalkan …

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183). Salah satu ciri orang bertakwa adalah tidak melakukan perzinaan dan tidak mengonsumsi Madat, Narkoba/Naza (narkotika, alkohol, dan zat adiktif – termasuk Rokok). Allah berfirman, ”Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji (fahisyah) dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra’ [17]: 32).
Senada dengan itu, Nabi SAW menyatakan, ”Apabila perzinaan sudah meluas di masyarakat dan dilakukan secara terang-terangan (dianggap biasa), maka infeksi dan penyakit mematikan yang sebelumnya tidak terdapat pada nenek moyangnya, akan menyebar di antara mereka.” (HR Ibnu Majah, Al Bazzar dan Baihaqi).
”Setiap zat, bahan atau minuman yang dapat memabukkan dan melemahkan akal sehat adalah khamar (alkohol), dan setiap khamar adalah haram.” (HR Abdullah bin Umar RA). Dari hadis di atas jelaslah perzinaan diharamkan meski memakai kondom sekalipun, dan juga narkoba/naza/rokok. Karena kedua hal ini termasuk perbuatan keji dan mungkar.
Dengan berpuasa kedua hal tersebut dapat dicegah sebagaimana Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya menyatakan, ”Puasa bukanlah sekadar menahan diri dari makan dan minum. Namun, sesungguhnya puasa itu mencegah diri dari segala perbuatan yang sia-sia serta menjauhi perbuatan-perbuatan kotor dan keji (mungkar).” (HR Al Hakim). Juga, ”Sesungguhnya peperangan terbesar (di muka bumi ini) adalah peperangan melawan hawa nafsu dirinya sendiri.” (HR Thabrani dan Baihaqi).
Puasa menunjukkan keimanan seseorang untuk melawan hawa nafsu dirinya sendiri. Perzinaan dan mengonsumsi narkoba/naza/rokok adalah salah satu bujukan nafsu. Andai kata pun sudah telanjur segeralah berobat, shalat, berdoa dan berzikir, serta puasa untuk memperoleh ampunan Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW, ”Barang siapa yang telah menjalankan ibadah puasa dengan sempurna serta ikhlas karena Allah semata, maka Allah mengampuni dosa-dosa tahun sebelumnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Prof. Dr. Dadang Hawari – Hikmah Republika Rabu, 19 September 2007

Info · lingkungan

Puasa terus kerja

Tak makan minum tapi terus bekerja

karena banyak kegiatan terjadwal setelah hari Raya … ada LDK Siswa SMK se DKI Jakarta dari Dinas Dikmenti, Training BNN, Sampoerna Foundation Teacher Institut, Indonesia and australia Spesialized Program, Dewan Pendidikan Jakarta Pusat bersama Indonesia Power dan lainnya … wah puasa, libur jadi tak terasa … alhamdulillah.

Ada kegiatan lain yang juga sedang dilakukan, yaitu setup meeting room yang lumayan luas dalam aspek sound system dan interiornya yang juga akan digunakan untuk sholat Jumat … wah seru deh

Info

DOKTOR atau Dokter?

OSIS SMA Negeri 100 bekerja sama dengan sebuah LSM yang pengurusnya Mahasiswa dan Dosen UNJ “Komunitas Mahasiswa Peduli Bangsa – KMPB” mengundang saya untuk menyajikan materi mengenai Narkoba pada kegiatan Seminar yang pesertanya guru dan pembina OSIS se Jatinegara, di Balai Rakyat Jatinegara Cipinang Muara … kegiatan rencananya dilanjutkan dengan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Cipinang

Back drop kegiatan itu tertulis nama DR. Dedi Dwigatama, MM … wah aneh, saya bukan Dokter … sementara jadi Doktor juga belum, mungkin ini doa barangkali agar disertasi saya cepat selesai … he, terima kasih panitia, sayang saya tak bisa ikut ke LP karena ada kegiatan lain yang menunggu Saya … semoga bermanfaat

Info · lingkungan · Metode · Topik · up grade

TEACHER TRAINING AL IZZAH Taman Adiyasa

Sabtu, 28 Agustus Saya berkesempatan memenuhi undangan Pak Dudi Maryadji salah satu pendiri Yayasan Al Izzam yang menaungi Sekolah Islam Al Izzah Taman Adiyasa Tigaraksa Tangerang , untuk menjadi trainer pada Pelatihan Peningkatan Profesionalisme, yang diikuti oleh Guru-guru di wilayah Tigaraksa Tangerang.

Materi yang Saya sajikan tentang Guru yang Profesional, ditemani oleh adik tercinta Agus Sampurno yang mengelola blog “Guru Kreatif”… melakukan workshop, berharap dapat memberi inspirasi kepada semua peserta agar terdorong untuk melakukan berbagai upaya menuju kiprah guru yang professional.

Di dalam ruang kelas yang masih dibenahi … suasananya hangat dan penuh gairah … pertanyaan silih berganti … tugas-tugas direspon bergairah … hingga waktu menunjukkan pk. 16 lebih tak terasa … pelatihan pun diakhiri dengan pembagian sertifikat dan pinta untuk kembali kesana … Bangga, bahagia, haru dan berbagai rasa berkecamuk … merasakan denyut perjuangan SDI Al Izzah yang tahun ini mulai ikut Ujian peserta didiknya … semoga sukses!

Info · Metode · Topik · up grade

LDK SLTA se Jakarta Utara

Tanggal 23 Agustus pukul 20.00, kali ini Bapak Dedi Dwitagama memberikan materi tentang Menejemen Organisasi di acara WORKSHOP KESISWAAN/LDK OSIS SMA/SAMK NEGERI DAN SWASTA Kotamadya Jakarta Utara di Pondok Wisata Nisita Cibodas Jawa Barat.

Ternyata diantara peserta banyak yang pernah mengikuti acara Bapak Dedi lohhhh … ada yang jumpa di Islamic Center Jakarta Utara, Ciloto, Ragunan Jakarta Selatan dan Malang. Itu pertanda bahwa Bapak Dedi, selain menjadi kepala sekolah SMKN 3 beliau juga aktif dibeberapa kegiatan diluar sekolah.

Karena peserta acara ini dari banyak sekolah se Jakarta Utara, seperti biasa pantang bagi Bapak bila para peserta belum saling mengenal. Aba-aba pun telah dikeluarkan, mereka diperintahkan untuk mengatur ketinggian dari yang pendek hingga yang tinggi. Setelah itu mereka boleh berkenalan dengan syarat : berkenalan tiga teman dikanan, tiga dikiri, tiga dibelakang,dan tiga depan.

Masuk materi, seiring waktu berjalan ada beberapa peserta yang ngantuk dan bahkan sudah tertidur, yahhhh makulm karena mereka habis berkegiatan sejak pagi diakhiri dengan makan malam pada kondisi udara yang dingin. Tapi itu bukan suatu masalah ( kata Bapak Dedi Dwitagama ), untuk menanggulanginya quis pun dimainkan. Quis yang dimainkan kali ini adalah yang berhubungan dengan berorganisasi, yaitu dengan membuat suatu pertunjukan dengan diiringi musik atau lagu. Yang juara dapat hadiah loooh.

Tak diragukan lagi, Bapak Dedi berhasil membuat mereka bangkit lagi ( tidak ngantuk ), kesimpulan dari quis pun telah di jelaskan. Akhirnya dan akhirnya……., Bapak Dedi menutup dengan tidak lupa memberikan kesempatan untuk bertanya dan tidak lupa juga Bapak mengiatkan kepada para peserta untuk mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah memberikan kesempatan unutk mengikuti acara ini.

Tulisan dan Foto oleh : Omen

Info · Metode · Topik · up grade

AKRAB dg Mahasiswi ATMAJAYA

Akrab dan asyik itulah materi yang kali ini dibawakan oleh Bapak Dedi Dwitagama pada acara “Penyuluhan Pencegahan Tawuran Pelajar Jakarta Pusat”, Rabu tanggal 28 Agustus 2007, bertempat di aula SMKN 27.


Tanpa Sepengetahuan saya Bapak Dedi memberikan kesempatan kepada Mahasiswi Jurusan Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Atma jaya untuk ikut serta mengisi sesi beliau.

Pantang rasanya bila dalam suatu penyuluhan bila peserta belum saling mengenal. Untuk itu, strategi pun dimainkan agar mereka saling mengenal terlebih dahulu.

Materi pun mulai di jabarkan setelah meraka saling mengenal satu sama lain. Inti dari materi yang telah diberikan adalah kurangnya hubungan antara sekolah dalam kegiatan siswa ataupun guru secara intern maupun extern. Untuk itu Bapak Dedi memberikan materi yang berjudul “Akrab dan Asyik” yang diharapkan agar peserta dapat menerapkan disekolahnya masing-masing, bahwa akrab itu mengasyikan dalam banyak bidang.

Akhirnya giliran Mahasiswa Atma jaya tampil. Yang mereka tampilkan adalah games, games yang pertama adalah ruang tembus pandang dan yang kedua 1000 Km. Ternyata games yang mereka tampilkan maknanya amatlah penting bagi peserta dari segi kerjasama, kesabaran, kepemimpinan, dan berorganisasi.
Tanya jawab pun diberikan peserta. Sebelum menutup, tak lupa Bapak mengevaluasi dan mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara ini.

Nara sumber lain pada kegiatan ini adalah Bapak H. Widodo Kepala SMA Negeri 10 Jakarta, dan Bapak Hendi Setiawan Kepala Seksi Dinas Dikmenti Kec. Kemayoran

Naskah dan foto: OMEN

Info · up grade

Penataan Blog

Setelah sekian lama mencoba untuk menampilkan blog saya agar bisa lebih simpel, alhamdulillah pagi ini berhasil atas tutorial dari blognya Kang Agus, nuhun kang … cespleng banget …

Banyak tip-tip yang bisa Anda manfaatkan, silahkan ke “Mengedit itu Mengenyangkan”, mohon maaf jika ada beberapa tulisan yang doubel … karena sayang untuk dihapus

Info · Metode · Topik · up grade

Adult Participant

Anda mungkin pernah menyaksikan suasana pelatihan yang “Garing” dimana mayoritas peserta yang terdiri dari orang dewasa tak bergairah … sibuk sendiri, mengobrol, ngantuk atau lainnya, silahkan simak tulisan yang berjudul “Karakteristik Belajar Orang Dewasa” dari Trainer Anto yang dimuat di http://www.antosph.blogspot.com/


Dalam sebuah pelatihan sering kita lihat dan kita alami bahwa ada satu atau dua peserta yang ogah-ogahan mengikuti jalannya sesi demi sesi. Biasanya terjadi pada sebuah kelas pelatihan in house yang memang pesertanya dari satu company, dan kehadiran mereka adalah akibat program yang dibuat HRD ataupun mereka mendapatkan perintah dari atasanya untuk mengikuti training. Fenomena yang seperti ini tidak bisa kita lepaskan dari proses pendidikan formal kita yang kita terima sejak awal kita di “sekolah-kan” oleh orang tua kita.

Kalau peserta training adalah karyawan dengan tingkat pendidikan SLTA, maka dia sudah pernah mengalami sekolah minimal 15 tahun (6 tahun SD, 3 tahun SMP dan 3 tahun SMA). Berarti dia selama ini sudah duduk dan mendengarkan ajaran dari gurunya minimal 25.200 jam (dengan asumsi 1 hari 7 jam dan 1 minggu 5 hari sekolah) dengan kondisi bahwa dia duduk di bangku dan guru ngomong di depan kelas dengan sesekali ada kegiatan gantian murid yang ngomong.

Bisa kita rasakan betapa monotonnya dan membosankannya yang harus dia alami dengan keterpaksaanya menjabat diposisi sebagai “murid di sekolahan”. Ada suatu permakluman ketika tidak jarang saya mendapatkan peserta di kelas training saya yang terlihat sangat malas atas keterpaksaannya mengikuti training. Meskipun segala metode sudah kita sesuaikan dan berbagai “jurus dan ajian” trainer kita terapkan. Saya kemudian berefleksi dengan sedikit berasumsi “Apakah persoalannya ada di saya sebagai trainer?”. Upaya pencarian pun saya lakukan. Minta feed back dari observer hasilnya positif sekali, membaca evaluasi training level 1 hasilnya selalu diatas 4,1 dari skala 5, dan membaca satu-satu evaluasi peserta positif semua.

Sampailah pencerahan untuk saya pada pemahaman karakteristik orang dewasa dalam belajar. Ada minimal 10 karakteristik yang dirumuskan Mary Johnston yang bisa kita fahami disini:
1. Orang dewasa mempunyai pengalaman-pengalaman yang berbeda.
2. Orang dewasa yang hidupnya “miskin” tujuan, merasa bahwa dia tidak dapat menentukan kehidupannya sendiri.
3. Orang dewasa lebih suka menerima saran-saran dari pada digurui.
4. Orang dewasa lebih memberi perhatian pada hal-hal yang menarik bagi dia dan menjadi kebutuhannya.
5. Orang dewasa lebih suka dihargai daripada diberi hukuman atau disalahkan.
6. Orang dewasa yang pendidikan formalnya lebih rendah atau bahkan pernah putus sekolah, mempunyai kecenderungan untuk menilai lebih rendah terhadap kemampuan belajarnya.
7. Apa yang biasa dilakukan orang dewasa, menunjukkan tahap pemahamannya.
8. Orang dewasa secara sengaja mengulang hal yang sama.
9. Orang dewasa suka diperlakukan degan kesungguhan itikad yang baik, adil dan masuk akal.
10. Orang dewasa menyenai hal-hal yang praktis.

Memahami karakteristik tersebut mungkin bisa sebagai dasar kita memahami tipe-tipe peserta training. Untuk itu trainer untuk orang dewasa perlu memperhatikan beberapa hal yaitu:
1. Menjadi “bagian” dari kelompok yang diajar
2. Mampu menciptakan iklim untuk belajar dan mengajar
3. Mempunyai rasa tanggng jawab yang tinggi.
4. Menyadari kelemahannya, tingkat keterbukaannya, kekuatannya dan tahu bahwa diantara kekuatan yang dimiliki dapat menjadi kelemahan pada situasi tertentu.
5. Dapat melihat permasalahan dan menentukan pemecahannya.
6. Peka dan mengerti perasaan orang lain.
7. Mengetahui bagaimana meyakinkan dan emmperkalukan orang.
8. Selalu optimis dan mempunyai itikad baik terhadap orang.
9. Menyadari bahwa perannya bukan mengajar, tapi menciptakan iklim untuk belajar.
10. Menyadari bahwa segala sesuatu mempunyai segi negatif dan positif.

sumber: http://www.antosph.blogspot.com/

up grade

Training Kesabaran

Beberapa minggu yang lalu,
eksternal harddisk saya
yang berisi sekitar 70 GB
tak bisa dibuka
Note book saya bermasalah
dan harus diinstal ulang windowsnya
ach …

Sementara
persiapan beberapa training
harus dikerjakan segera
tugas-tugas kuliah menanti

Tapi saya ga boleh susah
apalagi sedih

karena ALHAMDULILLAH
saya masih punya eksternal harddisk,
note book, windows yang ori,
istri yang cantik dan baik, anak-anak yang sehat,
orang tua yang support, keluarga besar yg guyub,
dan masih banyak kenikmatan lain-lain

Saya sedang ikut training kesabaran

Info · Metode · Topik · up grade

Sampoerna Foundation Teacher Institut

Kurikulum Indonesia berubah berkali-kali sejak tahun 1947, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004 dan terakhir 2006 dengan KTSP. Apa yang terjadi dengan cara mengajar dan suasana belajar di kebanyakan sekolah di Indonesia?. Cenderung tak berubah, kenapa?


Guru enggan berubah, mungkin karena mereka fikir jasanya tak diperhitungkan, cukup dengan diberi lagu wajib ”Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, sehingga tuk apa berubah, toh masyarakat dan pemerintah tak menghargainya. Kini suasananya berubah sudah, banyak Pemerintah Daerah di Indonesia yang makin peduli terhadap kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, sementara Pemerintah Pusat makin gencar lakukan proses sertifikasi yang akan makin meningkatkan penghasilan guru, mungkin lagu wajib guru HARUS DIRUBAH kini … karena jasanya makin diperhitungkan.

Sampoerna Foundation (SF) Teacher Institut melalui Pak Jalu Noor Cahyanto menghubungi Saya untuk menjadi trainer di Pelatihan yang diperuntukan untuk 27 guru SMA dan pengawas dari Bekasi, Depok dan Tangerang, materinya Curriculum Development. Kegiatan dilangsungkan di Gedung Sampoerna Jl. Sudirman Jakarta hari ini Sabtu 29 September 2007 pk. 08.00 – 15.00 WIB. Topiknya Curriculum Development.


Pengembangan kurikulum akan berlangsung dengan baik jika guru-guru memiliki kemauan sehingga akan muncul kreatifitas yang bermuara pada inovasi-inovasi yang tiada henti. Unsur inilah yang Saya coba gali melalui workshop dan analisis yang dilakukan bersama … mungkin karena pesertanya guru-guru pilihan suasananya jadi terasa berkecepatan sangat tinggi, terima kasih semua … semoga andajadi ”guru yang tak biasa” …

Perhatikan, betapa seriusnya mereka hingga menyatu dengan bumi, duduk di lantai tak bersepatu, Saya mengamati sambil bersender di tiang (paling kanan pada foto), ha ha ha … Saya mengenang beberapa nama seperti Pak Ucup, Pak Yusuf dan Bu Is … keep fight everybody, am so proud of U.

Terima kasih Tante Nunu, Mamanya Aini dan Alya yang merekomendasikan Saya … termasuk kepada Pak Jalu yang berkenan menengok blog Saya dan menjadwalkan sessi Saya, terima kasih juga kepada Sampoerna Foundation (SF) Teacher Institut atas kepercayaannya kepada Saya, semoga Saya bisa memenuhi harapan penyelenggara, keep fight.

Info · Metode · Topik · up grade

“Curriculum Development” di SF Teacher Institut


Sabtu, 29 September 2007 pukul 08.00 – 15.00 WIB. Pertama kalinya Bapak Dedi Dwitagama menjadi nara sumber di Sampoerna Foundation Teacher Institut, materi yang dibawakan adalah “Curriculum Development”.
Pesertanya kali ini adalah bapak/Ibu guru dari Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Seperti masakan kurang garam rasanya bila para peserta belum saling mengenal.

Untuk itu Bapak Dedi mengeluarkan strategi agar para peserta dengan mudah saling mengenal satu sama lain. Caranya adalah menugaskan peserta untuk manggambarkan diri mereka masing-masing, dengan catatan tidak boleh menuliskan nama mereka. Setelah selesai hasil gambar diacak dan dibagikan kepada peserta. Tugasnya adalah mencari tau gambar siapa ini, dan tanyakan identitas/biodata selengkap-lengkapnya. Dengan begitu peserta akan saling mengenal satu sama lain.

Materi pun telah dijabarkan, intinya adalah supaya para guru mempunyai strategi agar siswa/siswi menyukai apa yang telah diajarkan dikelas. Tidak berhenti disitu saja….. Bapak menugaskan agar para peserta mempraktekkan ide-ide yang telah dibuat oleh kelompok masing-masing, kelompoknya terbagi atas keolmpok Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Sejarah, Geografi, dan Kewarganegaraan.

Salah satunya adalah dari kelompok Bahasa Inggris, metode yang dipakai adalah mengajar dengan games. Caranya adalah dengan menyebutkan barang-barang yang diruangan waktu itu dengan menggunakan Bahasa Inggris pastinya…. dengan menggunakan alat Bantu bola, bola ini digunakan untuk menujukan pertanyaannya dengan melemparkan bolanya. Eng….ing….eng…. Respon baik t’lah didapat oleh Bapak Yusuf perwakilan dari kelompok Bahasa Inggris yang membawakan strategi itu.

Pukul sudah menunujukan Jam 14.45 waktunya Bapak Dedi menutup, tapi sebelum menutup tidak lupa Bapak memberikan kesempatan untuk menyampaikan kesimpulan, kesan dan komentarnya selama mengikuti pelatihan.

Foto dan tulisan: Omen